JARGON 2026 : CIKUR

2025 penuh dinamika, 2026 menantang.

SODONG,  http://www.akwnulis.id. Sebuah jargon adalah kata atau kalimat singkat yang berupa arti secara harfiah ataupun menjadi singkatan dari jalinan kata yang memiliki makna. Tentu konteksnya seiring dengan kondisi yang ada dan diramu menjadi kata yang bersahaja, mudah diingat dan memberi daya ungkit kebanggaan serta rasa memiliki dalam keluarga meskipun sebetulnya dibangun pada pilar tugas kedinasan. Namun semangatnya adalah berdinas bisa dimana saja tetapi silaturahmi adalah abadi.

Di tugas pekerjaaan yang diawali medio Oktober – Desember 2024 lalu berlanjut Januari 2025 memiliki tantangan baru yang cukup komprehensif. Satu sisi mendapat tugas jabatan baru disisi lain ada tugas tambahan sebagai pelaksana tugas di instansi yang berbeda. Tapi itupun tidak sendiri, pak Kabag TUpun sama, tugasnya double malah triple dengan unit kerja tugas yang berbeda.

Maka waktu itu jargonnya adalah NGAJEGANG, sebuah kata dalam bahasa sunda yang memiliki arti dua kaki terbuka dan masing – masing menginjak lantai atau pijakan yang berbeda atau berjauhan. Lalu singkatan dari kata ini adalah NGARIUNG AJEG SAGALA BIDANG (Kumpul bersama dengan kokoh di segala bidang). Jadi merupakan doa dan motivasi terhadap kami, meskipun banyak penugasan yang penting bisa kokoh kompak dan hasilnya optimal.

Dalam kurun waktu 2025 jargon NGAJEGANGlah yang membersamai pergerakan kami dalam melaksanakan tugas fungsi, melengkapi dengan kreatifitas dan inovasi meskipun sederhana tapi itu adalah buah fikir yang nyata. Bahu membahu antara ketua tim dan anggota, para pejabat fungsional bekerjasama dan secara struktur di lembagakan dengan apik tanpa banyak drama.

Memasuki akhir tahun 2025 suasana berbeda, kami sudah tidak NGAJEGANG lagi. Tetapi fokus akselerasi tugas di bidang kami, urusan Kesejahteraan rakyat tetap terjaga. Serta bersiap menyongsong tantangan baru di tahun 2026.

Tahun 2026 semangat besarnya adalah tetap berkarya dalam suasana efisiensi karena satu sisi potensi anggaran provinsi jawa barat berkurang 2,48 Triliun dari Transfer Keuangan Daerah sementara target pembangunan infrasruktur harus diwujudkan. Maka disinilah suasana adaptasi terasa. Bagaimana menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Maka kebijakan yang ada adalah mengurangi atau merasionalisasi angka – angka anggaran dalam program kegiatan diluar infrastruktur  dengan tetap menjaga kondusifitas para pegawai melalui kebijakan bahwa gaji dan tunjangan posisi aman tidak ada pengurangan alias dipertahankan.

Disinilah makna bersyukur hadir, karena tidak semua pegawai di pemerintah daerah mendapatkan kepastian ini. Sebuah kepastian angka gaji dan tunjangan yang menjadi hajat hidup serta sandaran utama dalam keseharian. Begituoun secara ajaran agama bahwa bersyukur itu bentuk dari kualitas keimanan seseorang.

Dari sinilah hadir jargon baru untuk 2026 yaitu ADAPTASI & BERSYUKUR. Mari kita menyesuaikan dengan nuansa dan keadaan efisiensi anggaran dan selalu bersyukur karena tunjangan dan gaji tetap dipertahankan oleh kebijakan gubernur KDM ini. Agar jargon ini lebih mudah diingat maka disingkat menjadi SIKUR.

SIKUR.. sikur... sikur.

Sebuah kata yang mudah diingat tapi sulit mencari padanan arti. Maka disinilah kreatifitas tentang kata ditantang untuk berkreasi lagi. Setelah berfikir keras, eh nggak keras juga tapi berfikir dan tentu berdoa ke Allah Subhana wataala maka perlu sedikit polesan yang mudah diingat dalam satu kata tetapi satu kata tersebut memiliki makna. Jadilah singkatan ini adalah CIKUR (adaptasci & bersyukur)… “hehehe terkesan maksa nggak?”

Ya gpp namanya juga usaha, usaha yang baik demi memudahkan mengingat dan menikmati makna philosophi di dalamnya. Cikur adalah bahasa sunda yang merupakan nama salah satu bumbu masakan yang memiliki aneka khasiat rempah. Dalam bahas indonesia cikur ini adalah Kencur atau bahasa latinnya Kaempferia galanga, rempah – rempah yang memiliki aneka khasiat serta merupakan salah satu bumbu masak yang populer.

Jadi aman khan?… bismillahirrohmaniirohim.

Jargon untuk tahun 2026 adalah CIKUR yang berarti adaptachi dan bersyukur. Awas jangan diplesetkan jadi adaptaci dan bercukur, sangat jauh artinya kawan.

Selamat memaknai tahun 2026 dengan senantiasa menyesuaikan dari berbagai perubahan yang ada sekaligus tetap bersyukur dalam segala hal. SELAMAT PAGI, salam CIKUR.

Wassalam (AKW).

Giat Akhir Tahun 2025

Aneka kegiatan menutup tahun 2025

CIMAHI, http://www.aknulis.com. Minggu terakhir bulan desember 2025 sudah di depan mata maka terdapat beberapa rutinitas kegiatan yang harus dipersiapkan sekaligus antisipasi tugas khusus atau tugas mendadak yang bisa hadir tiba – tiba dan tentu harus dilaksanakan. Itulah dinamika tugas birokrasi di era bapak Aing KDM yang semakin seru, dinamis berkecepatan tinggi.

Rangkaian kegiatan di minggu terakhir diawali dengan Penyerahan Kadeudeuh bagi Kafilah STQ Jabar, Pengumuman tentang UMP jabar dan membersamai Gubernur dan Forkompimda Jabar dalam rangka kunjungan ke Gereja Katedral Bandung dan Polrestabes Bandung di malam natal (24/12) hingga mendekati dini hari. Musyawarah Wilayah DPW Persis Jabar di Tasikmalaya (25/12),

Dilanjutkan pada hari sabtu (27/12) bergerak ke daerah Cikarang Bekasi dalam rangka mewakili Gubernur untuk memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi acara musyawarah wilayah Jaringan Sekolah Islam terpadu (JSIT) Jawa barat ke 6 dan siang menjelang sabtu sore bergerak ke Mesjid Raya Aljabbar di Gedebage dalam rangka memberi materi dan sharing session bersama para Khatib dengan tema perspektif pemerintah di era saat ini.

Senin (29/12) diawali kegiatan apel pagi terakhir di tahun 2025, lalu diskusi internal dan rapat persiapan lintas biro dan opd terkait tentang persiapan pelaksanaan kegiatan doa bersama lintas agama di malam pergantian tahun. Laporan kepada atasan terdekat, bapak Asisten pemkesra di ruangannya lalu briefing dengan staf di lingkup biro.

Tanggal 30 desember 2025 agenda kegiatan cukup padat, diawali dari exit meeting tim inspektorat yang melakukan pemeriksaan di Biro, Rapat evaluasi pembangunan & peresmian Gedung pusat Kebudayaan oleh Gubernur diakhiri dengan kegiatan malam hari di gedung sasana budaya ganesha ITB yakni pementasan Drama Musikal Rahvayana ‘Kala Cinta di Jabar’ yang dirangkaikan dengan penyerahan berbagai anugerah level provinsi jawa barat. Piket harian di bale pananggeuhan adalah rutinitas harian juga berbagai tugas lain seperti penyusunan modul KKN, Pembahasan alih kelola RSUD Sentot Patrol, pemantauan arus kendaraan libur nataru & kompensasi bagi angkutan umum serta monev bagi penerima hibah di daerah Bogor. Hingga hampir dini hari baru tiba di rumah.

Esok harinya adalah hari terakhir di tahun 2025 yakni 31 desember 2025. Kegiatan tetap bejibun tapi tentu harus dijalani dengan semangat dan ceria. Diawali dengan kegiatan silaturahmi ke kantor Baznas Provinsi Jawa Barat di jalan Soekarno Hatta Bandung lalu menuju mesjid raya Aljabbar di Gedebage untuk menghadiri acara Milad ke 3 MRAJ yang dilaksanakan oleh DKM baru dibawah kepemimpinan Ketua Umumnya Bapak KH Dr. Tata Sukayat, M.Si menghadirkan rangkaian penceramah mubaligh dan para qori yang secara pararel memberikan pencerahan kepada puluhan ribu peserta yang hadir.

Acara belum berakhir di Mesjid raya Aljabbar tetapi harus berpamitan untuk pulang mendahului karena harus segera bergerak ke Gedung sate dalam rangka pelaksanaan acara malam harinya yaitu DOA LINTAS AGAMA AKHIR TAHUN yang melihatkan berbagai instansi serta tentu lintas pemuka agama. Harus di cek persiapan akhirnya agar pelaksanaanya bisa optimal.

Maka tiba di gedung sate sore hari langsung cek ricek on the spot di lokasi pelaksanaan Doa bersama lintas agama dan dipastikan semuanya sudah lengkap. Alhamdulillah. Tapi baru beberapa saat menghela nafas mendapatkan informasi bahwa acara harus tepat waktu yakni jam 19.00 wib karena bapak Sekda yang mewakili pak Gubernur pada pukul 20.15 wib harus bergabung dengan Kapolda Jabar dan jajarannya untuk monitoring dan patroli pengamanan tahun baru.

Maka segera dikerahkan teman – teman semua di lingkup biro juga tentunya dari protokoler biro adpim untuk menginfokan kepada para tamu undangan agar 30 menit sebelum acara sudah bisa bergabung di aula barat gedung sate yang sekarang memiliki nama baru yaitu Bale Gemah Ripah. Termasuk yang krusial adalah kepastian kehadiran tepat waktu dari para pemuka agama yang akan menyampaikan doa dari masing – masing agama.

Detik dan menit berlalu, tepat pukul 19.00 wib tamu undangan sudah hadir sekitar 65 persen, sementara pak Sekda sudah menuju lokasi. Kami laporkan dan dinyatakan acara secara umum sudah siap. Maka acara dimulai pukul 19.15 wib dengan berbagai rangkaian kegiatan sesingkat mungkin. Meskipun sambutan pak Sekda memang lengkap dan panjang tetapi hikmahnya adalah memberi waktu bagi salah satu pemuka agama yang terjebak macet dapat hadir tepat disaat acara pembacaan doa dimulai.

Ceramah singkat KH Asep Anom dari Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat dan akhirnya acara puncak adalah doa lintas agama yang diawali oleh KH Dr. Tata Sukayat, M.si dan dilanjutkan oleh Bapak Toni Rudiyanto dari Konghucu, Bapak I. Gusti Made Arya dari Hindu, Paulus Wijono dari Katolik, Bapak Frederecus Iman Guna dari Kristen, dan Bapak Sartiman dari Budha. Video lengkapnya dapat dilihat di DOA LINTAS AGAMA PERGANTIAN TAHUN 2025/2026.

Selamat tinggal 2025
Mari songsong optimisme dan semangat baru di 2026.

Wassalam (AKW).

SENSOR – fbs

Ningal sènsor dina dashboard mobil kucap kiceup.

Sènsor panto muka / istimewa.

FIKMIN # SÈNSOR #

Nyetir wanci sareupna saatos tadi ngalongok domba di wewengkon Cipunagara. Ujug – ujug èmut paguneman tadi.

Ang saèna mah ngèndong. ènjing bada shubuh uihna,  palaur”
Diwaler tatag, “Kalem Mang, meungpeung nganggo mobil jagjag”
Mang Ibro nu maro domba ngajentul.

Mobil Ioniq 6 lalaunan nebihan buruannana.

Ayeuna mobil nyaketan ka leuweung jati lebet jalur jalan nu beuki awon tur rumpil.

Tiit.. tiit.. tiit
Sensor mobil disada, ditingal dina dashboard sadayana beureum,  boh dipayuneun mobil, kènca katuhu ogè dipengker. Tapi ditingali payuneun mah lowong ukur tangkal jati ngajajar.

Paling gè sènsor èror” kitu gerentes hatè.

Tiit… tiiit.. tiit
Sajorelat katingali dina dasboard panto kènca teu pageuh. Tapi teu lami sènsor panto normal deui.

Ningali deui ka payun, jalan angger sapertos nu tadi. Asa lami pisan dugi ka jalan ageung, biasana mah 15 menitan.

Sabot hemeng kana kaayaan, gigireun aya sora. “Sabar Sarjang keudeung deui”  Uing ngalieuk. Brèh tèh nu nyèrèngèh makè boèh. Cag. (AKW).

BEGADANG bersiap ke PADANG

Tahan ngantuk agar tidak tertinggal rombongan.

PADANG, akwnulis.id. Pukul 01.00 dini hari rasa kantuk mulai menyerang tapi harus tetap terjaga dan berkemas memasukan perlengkapan ke dalam koper kabin dan tas ransel. Karena kalau terpejam dan tertidur biasanya lama dan akan berakibat fatal khusus untuk dini hari ini. Karena jika terlambat saja bergerak untuk berangkat, akibatnya akan tertinggal dari petualangan hebat. Membersamai pak KDM dan timnya bertolak ke provinsi Sumatera Barat dalam rangka memberi dukungan dan bantuan bagi saudara kita yang ditimpa musibah bencana longsor dan banjir bandang.

Tepat pukul 02.00 wib pamitan kepada istri yang terganggu tidurnya tapi menjadi kewajiban suami untuk selalu menyampaikan aktifitas tugas meskipun sering mendadak dan tak kenal waktu. Penulis meyakini bahwa doa istri sangat penting untuk kelancaran tugas dan tentu bernilai keberkahan. Berangkaaat, kendaraan bergegas membelah tol Cipularang – Tol Cikampek – Tol Kota – Tol Bandara Soetta dan pukul 04.32 tiba di parkiran bandara dan mencari tempat parkir dalam gedung sekaligus mushola terdekat. Ternyata semesta mendukung, kami berputar naik hingga lantai 4 dan selain mendapati toilet yang bersih ternyata ada bangunan mesjid yang representatif, Alhamdulillah. Bisa shalat shubuh berjamaah dan tak lupa basuh muka dan sikat gigi. Mandi nanti aja sekalian di padang ya… hiiy jorok.

Terlelap sesaat di jok kendaraan dan jam 06.30 bergabung dengan rombongan di terminal 3 bandara soekarno – hatta bersiap menunggu pesawat garuda yang akan mengantarkan penerbangan ke Bandara Internasional Minangkabau di Sumatera Barat.

Singkat cerita penerbangan berjalan lancar dan sesuai dengan jadwal yang tertera di tiket pesawat. Rombongan bergerak menuju hotel yang sudah dipersiapkan, cek in lalu masuk kamar untuk segera mandi, berganti pakaian, shalat jama qashar mumpung dapat fasilitas musafir. Lalu bergerak ke lobi hotel untuk langsung berkegiatan bersama pak KDM dan tim.

Kirain mau ada briefing atau meeting, baru bergerak. Ternyata pak KDM turun ke lobi langsung menuju kendaraan yang disiapkan dan intruksi untuk langsung menuju daerah pasaraya untuk berbelanja.

Belanja?”
“Iya belanja keperluan bantuan bagi korban bencana”


Lokasi yang dituju adalah daerah pasaraya kota Padang, kami semua bergegas mengikuti dan inilah keseruan siang hari ini. Pak KDM bergerak cepat keluar masuk lorong pasar dan menemukan toko sembako. Langsung borong sembako, biskuit, beras, minyak, gula dan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Dibelakangnya tim sibuk berbagi tugas, ada yang pegang kuitansi bermeterai, ada yang mencatat, ada kameramen dan videografer yang mendokumentasikan kegiatan serta yang lebih sibuk yang membawa koper berisi uang tunai. Seru suasananya karena bercampur dengan antusiasme warga di lokasi yang kaget dan senang melihat langsung pak KDM. Momen selpi dan photo bersama KDM menjadi incaran, petugas pengamanan sibuk dengan segala gayanya. Tenang, terukur tapi tetap santun.

Terlihat Tim I yakni TIJIBON (Tim penjinak bon) harus bergerak cepat mengumpulkan faktur dan bon yang harus dipertanggungjawabkan. Lalu kembali mengejar pak KDM yang sudah beralih ke toko pakaian dalam untuk memborong celana dalam pria dan wanita, kaos anak, tikar hingga handuk dan berbagai kebutuhan pampers, pembalut dan banyak lagi.

Tim II yakni TIPUTSI (Tim Peliput Dokumentasi) tak kalah sibuknya mengabadikan momen berharga yang penuh keseruan serta banjir keringat karena ternyata suhu cukup menggerahkan apalagi ditambah lari kesana kemari mengikuti langkah cepat bapak aing.

Tim III yakni TIWALIT (Tim Pengawal Duit) tetap bertugas profesional dan waspada untuk menghadapi berbagai kemungkinan.  Kondisi lapangan relatif terkendali karena dikawal marinir TNI AL, Satpol PP dan BPBD.

Setelah tuntas berbelanja, semua rombongan bergerak meninggalkan area pasaraya dan menuju rumah makan karena adzan magrib akan segera berkumandang. Sekaligus berbuka puasa di rumah makan, karena memang pak KDM berpuasa. Tapi agak sulit menemukan rumah makan padang di Kota Padang, yang ada hanya rumah makan saja tapi sajian menunya memang sajian makanan padang. Atuh saja aja ih.

Sambil rombongan makan malam, pihak restoran berjibaku menyiapkan ribuan pesanan nasi bungkus padang yang akan dibawa malam ini ke shelter pengungsian korban bencana yang berlokasi di Kota Padang tepatnya di Kecamatan Pauah dan beberapa wilayah lainnya.

Lalu rombongan bergerak dan sempat tertinggal oleh rombongan pak KDM, maka inisiatif naik mobil yang ada saja tetapi dengan tujuan yang sama. Lokasi pengungsian berada di bangunan sekolah dasar dan Kehadiran pak KDM serta tim dapat memberikan sececah harapan dan motivasi bahwa kita semua bersaudara dan harus peduli meskipun tentu berbeda provinsi. Setelah itu dilanjutkan ke titik lokasi bencana untuk melihat langsung kondisi lapangan. Sekitar 15 menit perjalanan kita melihat di kanan kiri rumah penduduk yang rusak dan sisa rumput serta pohon besar yang masih bergelimpangan.

Pak KDM turun ke lokasi bencana di Kecamatan Pauah ini dan kami membersamai. Dalam temaram malam serta dibantu oleh sinar dari lampu senter terlihat pemandangan menyedihkan dimana terlihat satu kampung hilang dan berubah menjadi sungai yang cukup dalam. Lalu yang asalnya sungai berubah menjadi daratan lumpur dan pepohonan yang masih beresiko karena tanahnya masih ada pergerakan. Isak tangis warga yang saudaranya hilang, rumahnya musnah serta akses terbatas menjadi perhatian pak KDM dan tim serta pak Sekda Kota Padang yang juga membersamai.

Nasi bungkus disebar dan pak KDM mengusulkan pembangunan rumah pengganti. Tentu diperlukan dukungan administrasi yang harus berproses secara utuh dan komprehensif karena menjadi kerjasama pemerintah provinsi, kabupaten kota dan pihak swasta. Hingga waktu menunjukan pukul 22.30 wib barulah rombongan bergerak kembali ke hotel untuk beristirahat dan mempersiapkan agenda kegiatan esok hari yakni mengirimkan bantuan ke Sibolangit Sumatera utara dan Langsa di Provinsi Aceh menggunakan pesawat kecil milik maskapai penerbangan Susi Air.

Selamat beristirahat kawan, besok pagi kita bersua untuk acara selanjutnya. Wassalam (AKW)  (Padang, 041225)

Rapat HAJI di Lembur Pakuan.

Sulaturahmi Wamenhaj dg KDM & Bupati Walikota se Jabar

SUBANG, Akwnulis.id. Tuntas berkegiatan di Kabupaten Karawang dilanjutkan dengan menghadiri agenda pertemuan di rumah pribadi pak Gubernur Jawa Barat di Lembur Pakuan Kabupaten Subang (03/12). Perjalanan lebih praktis karena dari tol Cikampek tinggal lurus dan berlanjut dengan tol Cipali hingga keluar di pintu tol Kalijati. Baru dilanjutkan jalur jalan non tol dengan variasi pemadangan antara suasana pertokoan di kalijati, gerbang ke Lanud Kalijati, kebun, hutan jati dan perumahan penduduk.

Tiba di lembur pakuan, bergegas menuju mushala karena adzan magrib sudah menggema. Apalagi secara jadwal kegiatan akan dimulai sekitar pukul 19.00 wib. Jangan terlambat ke tempat pertemuan atuh.

Para bupati dan walikota mulai berdatangan, ada juga yang diwakili oleh sekretaris daerahnya dan atau asisten pemkesra kabupaten kota. Hingga tepat pukul 19.12 wib rombongan Wakil Menteri Haji dan Umroh beserta para eselon I tiba di halaman depan dan disambut untuk diarahkan ke lokasi pertemuan. Tak lupa Kepala Kanwil Kementerian Haji & Umroh provinsi Jawa Barat bapak Boy hadir juga membersamai.

Sebagai bagian dari peserta pertemuan tersebut merasa bersyukur karena bisa mengikuti rapat ini. Tentu ini rapat strategis karena melibatkan langsung para kepala daerah sebagai pemegang mandat dan pengambilan keputusan. Penulis membersamai pak Asisten Pemkesra Setda Provinsi Jawa Barat yang ditugaskan hadir pada pertemuan ini.

Ternyata pak Wamen DR Dahnial Anzar Simanjuntak memboyong para eselon I mulai dari para Dirjen dan Staf ahli memteri juga kepala Biro Umum, humas dan Inspektorat Jenderal. Dengan pembahasan yang krusial yakni rencana penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 2026 dengan berbagai dinamikanya.

Pembahasan pertama terkait kuota daftar tunggu haji seluruh indonesia adalah 5.457.648 orang dan Wamen menyoroti tentang perbendaan waktu antrean baik tingkat provinsi dan tingkat kabupaten kota dalam provinsi. Maka dengan skema yang akan diterapkan ini jadwal tunggu ibadah haji di seluruh indonesia adalah sama yakni 24,6 tahun.

Acuannya berdasarkan regulasi perundang-undangan dengan titik berat perhitungannya berdasarkan jumlah antrean. Ada dampak besar bagi jawa barat adalah penurunan jumlah kuota yang menukik begitu signifikan dengan pengurangan 9 ribu jemaah menjadi 29 ribu jemaah haji untuk keberangkatan 2026, dibandingkan 2025 sebanyak 38 ribu orang. Maka banyak kota kabupaten yang begitu anjlok jumlah jemaah haji yang akan berangkatnya.

Disinilah peran penting pertemuan ini karena penataan pengelolaan penyelenggaraan haji ini berdampak kepada ketidakpuasan calon jemaah haji yang diyakini akan berangkat ternyata kenyataannya belum maka para bupati walikota beserta jajarannya diharapkan menjadi peredam dan menyampaikan informasi secara terbuka agar memberi pemahaman yang sama di seluruh lapisan masyarakatnya.

Beberapa bupati walikota dan perwakilannya menyampaikan pendapat khususnya tentang kecilnya kuota haji yang didapat namun dengan penjelasan dari WamenHaj ini berusaha dipahami dan tentu dijadikan pedoman dan menyampaikan informasi lanjutannya. Tentu secara mayoritas para bupati walikota akan mendukung tentang kebijakan ini.

Tepat pukul 22.00 wib pertemuan berakhir dan perlahan tapi pasti para tamu undangan undur diri termasuk diriku yang harus segera kembali ke bandung dengan misi yang agak menegangkan.

“Kok menegangkan?”

Mau nggak menegangkan gimana, karena berdasarkan informasi sore tadi harus mengikuti agenda Gubernur Jabar ke Sumatera barat dan Aceh dalam rangka penyerahan bantuan kemanusian korban bencana di 3 provinsi. Sementara istri di rumah belum diberi tahu akan berangkat.

“Kapan berangkatnya?”

Itu dia, harus malam ini atau nanti kamis dini hari karena diharapkan jam 06.00 wib sudah berkumpul di bandara soekarno hatta dengan penerbangan pesawat Garuda pukul 07.25 wib.

Maka bergegas kembali ke bandung dan tiba pukul 00.25 wib. Kebetulan istri terbangun dan dijelaskanlah tentang rencana penugasan tersebut. Istri awalnya kaget, tetapi karena disini adalah resiko tugas dan jabatan maka kalimat penenangnya adalah, “Hati – hati diperjalan, kegiatannya lancar dan bisa kembali ke keluarga secepatnya”

Alhamdulillah, langsung siapkan koper dan mengisinya dengan pakaian dan berbagai peralatan yang diperlukan. Tepat pukul 02.00 wib kami berangkat ke Jakarta tepatnya terminal 3 Bandara Soekarno hatta. (Tbc – AKW).

ORASI di UNSIKA

Wakili pak KDM di UNSIKA Karawang

KARAWANG, akwnulis.id. Rabu dini hari penugasan via disposisi dalam grup whatsapps membuat raga terjaga. Sesaat mengumpulkan konsentrasi dan membaca penugasan dengan hati – hati ternyata kembali ditugaskan mewakili untuk menyampaiikan sambutan atau orasi di Kanpus UNIKA (Universitas Singaperbangsa) di Kabupaten Karawang sebuah kabupaten di jawa barat wilayah pantau utara atau pantura.

Waktu persiapan sangat terbatas karena acara di karawang dimulai pukul 09.00 wib berarti estimasi keberangkatan bersama tim adalah paling lambat 06.30 wib. Maka berjibakulah sebelum adzan shubuh berkumandang, koordinasi dengan kawan – kawan terkait kehadiran sekaligus yang krusial adalah penyiapan bahan paparan yang nanti akan disampaikan. Apalagi dalam even ini trmanya terkait inovasi teknologi, sementara divisi atau area kami adalah ranah koordinasi dan fasilitasi.

Tapi tidak mengapa, markicob mari kita coba”

Tepat pukul 06.30 kami berempat berangkat dari Cimahi, tentu teman – teman lebih pagi lagi berangkat keluar rumah masing – masing karena semuanya beda wilayah. Dena di daerah buahbatu, Sofyan di daerah dago dan pak ajat di bilangan cimahi utara sementara posisi kita di cimahi selatan. Semuga butuh perjuangan dan keikhlasan.

Diperjalanan kami berbincang dan membahas tentang perbaikan bahan paparan. Tak lupa di rest area KM62 Tol Cikampek rehat sejenak sekaligus me-charge mobil Ioniq di tempat fast charging 220 volt. Cepet banget, cukup 20 menit ngecas sudah terpenuhi dari 50% jadi 99%, lets go kita lanjutkan perjalanan.

Tak perlu lama tiba di kampus Universitas Singaperbangsa di Kabupaten Karawang. Diterima sebentar di ruang rektorat oleh pak rektor beserta jajaran dan langsung menuju gedung berbeda yakni aula besar untuk kegiatan seminar dimaksud. Maka mulailah berbasa basi dilanjutkan menyampaikan materi pembahasan yang tidak jauh dari Visi misi Nasional dan tentu provinsi jawa barat baik dalam rentang waktu 5 tahun dan juga 20 tahun tentang rencana pembangunan jangka panjang. Tidak lupa nilai – nilai kasundaan disampaikan sebagai bahan perenungan seperti konsepsi pembangunan karakter Pancawaluya dan tahapan kehidupan dalam Pancaniti. Paparan lengkap bisa disaksikan di channel youtubeku tinggal klik saja SEMINAR UNSIKA MEWAKILI KDM.

Tuntas penyampaian materi terbitlah diskusi dan setelah semuanya usai maka diakhiri dengan peninjauan stand yang memamerkan berbagai hal hasil karya yang didasari kreatifitas dan inovasi.

Selesai tugas dari karawang dilanjutkan perjalanan menuju ke rumah kediaman pak Gubernur KDM di Lembur Pakuan Kabupaten Subang untuk mengikuti acara selanjutnya yakni pertemuan Wakil Menteri Haji & Umroh RI beserta Kakanwil HU Jabar beserta jajaran yang akan berjumpa dengan gubernur serta para bupati walikota. Semangaaat. Tobe continue. (AKW).

(Catatan 4 Des 2025).

SAHA NAMINA? – fbs

Siapa yang tahu namanya? neda dibantos.

Fikmin #Saha Namina?#

Tos badè sabelas sasih sasarengan sareng anjeuna, tepang munggaran di masjid Arrahman wanci bada shalat magrib. Ngawitanna mah biasa wè nepangkeun margi ngalih padumukan ka ieu wewengkon. Jalmina bageur tur akuan, janten teu asa ka nu sanelès, ènggal akrabna.

Jadwal netepan lima waktu aya waè, shubuh magrib isya tara kalangkung. Upami asyar sareng lohor mah da sami – sami kuli di luar wewengkon. Iwal dinten libur, sok aya siang ka sonten di masjid. Pangaosan bapak – bapak aya pangpayunna, dina tadarusan, ngaosna saè.

Mung unggal dipiwarang janten imam, alimeun. Boh shubuh atanapi lohor asyar. Mugen wè. Kalebet daptar imam harian ogè alim. “Keun abdi mah ngama’mum waè” kitu waleranna tèh. Ti ngawitan tepang teu apal nami aslina. Tatanggi ogè sumawonna.

Alhamdulillah kapanasaran tèh kacumponan, dina mangsana Si Abang nyungkeun bantosan ngalereskeun perpanjangan KTPna sareng Kartu Keluarga. Apal ayeuna mah namina, tur alesan alim janten imam shalat tèa. (AKW).

***

Namina dina KTP : Bapak JAMAAH.

KDM : AYAT Ngawujud Ka ADAB

Catatan Singkat Pidato KDM di Ma’had AlJauhari

GARUT, http://www.akwnulis.id. Sebuah kesempatan berharga bisa hadir langsung di sebuah acara yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat KDM serta mendengarkan pidatonya yang unik khas namun sarat makna. Kesempatan itu hadir pada saat mendengarkan sesi sambutan KDM yang lebih cocok disebut ceramah pada acara Maulid Nabi dan Milad Ma’had Pondok Pesangren Al Jauhari di Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Garut (24/11).

Sebuah kata kunci dari KDM ada di bait terakhir dalam rangkaian kalimat penuh rasa hasil olah rasa yakni : “Ayat Ngawujud ka adab“. Sebuah penggalan kalimat yang sangat relevan dengan pola atau model pengajaran dan pendidikan di dunia pesantren dimana konsep MENGAJI bukan sekedar membaca dan menghafal Alquran semata namun lebih dalam dari itu.

MENGAJI adalah sebuah kata yang komplek dengan pemaknaan multi dimensi. Mengaji bukan sekedar aktifitas harian santri yang secara terjadwal membuka kitab dan Alquran. Membacanya, memahami artinya, menguasai mahroznya, menghafal semua juznya adalah sebuah keharusan sebagai bekal kualifikasi seoramg santri yang besok lusa akan terjun ke tengah – tengah masyarakat.

Tetapi ada aktifitas MENGAJI  yang tidak kalah penting dan membangun karakter,  menguatkan niat serta memjadikan mental tahan banting plus penuh kemandirian yakni :
– bagaimana aktifitas membersihkan pondok, rumah kiai dilaksanakam dengan sukarela dan penuh keikhlasan.
– bagaimana akfifitas mencuci baju milik sendiri dan juga ditawarkan kepada guru, kiai manakala ada pakaian kotor untuk dibantu dicucikan.
– bagaimana aktifitas memasak bersama adalah bagian dari belajar ikhlas dan itulah mengaji yang sebenarnya.
Serta banyak lagi aktifitas lainnya yang justru itu adalah makna dari mengaji yang sebenarnya. Sementara tantangan mondok saat ini situasi ‘mengaji’ tadi telah tergantikan oleh hadirnya CLEANING SERVICE, LOUNDRY& CATERING. Padahal kemandirian, keuletan dan keikhlasan itu harus dilatih seirimg pembelajaran membaca dan menghafal serta memaknai semua kitab serta tentu Kitab Suci Alquran.

LAILAHA ILLALLAH…” Makna Illah itu adalah NETRAL atau tidak berpihak. Teu bisa diraba, teu bisa ditempo, teu bisa diangseu ngan bisa di rasa. Saha nu bisa ngarasa?.. nu boga RUMASA.

Hirup ukur sasampeuran, awak ukur sasampaian, sariring-riring dumadi sarèngkak saparipolah sadaya kersaning Gusti.

Dalam hal ini kalimat tersebut dimaknai tentang keikhlasan diri dalam menghambakan seluruhnya kepada Allah Subhana Wataala serta secara wujud nyata yang sederhana adalah KEPASRAHAN.

***

Sebelum mencoba menuliskan kembali rangkaian kalimat yang diucapkan KDM, jari jemari terdiam karena agak sulit menulis kata perkatanya. Untung saja saat ini ada rekaman digital dalam bentuk video di platform youtube KDM. Maka segera didengarkan meskipun harus diulang – ulang pemutarannya karena begitu cepat pelafalannya. Dalam channel youtubenya pak KDM sekaligus memberikan klarifikasi kepada khalayak karena ada salah satu TV swasta yang menyiarkan video di maksud dan menyebut sebagai MANTRA.

KDM menyampaikan. “Ini bukan kalimat mantra, tetapi rangkaian kata yang hadir dari olah rasa dan dituangkan dalam kalimat berirama”

Penulis mencoba menuliskan ulang sebagai berikut :

Bumi manjing ka langitna
Ti langit seah hujanna
Lembur subur kota bagja
Masjid jeung diri ngahiji
Elmu geus aya na semu
Harta geus ngawujud harti
Nyanding pamingpin ka rakyat
Pandita ajeg wiwaha
Pitutur ngawujud subur
Ayat ngawujud ka adab.

***

Kalimat terakhir ini yang menjadi tema bagaimana ayat – ayat dalam Alquran, poin – poin dalam berbagai kitab dapat diwujudkan dalam ADAB, tercermin dari perilaku sopan santun santri yang berada di dalam lingkungan pesantren, tata hubungan antar santri, santri dengan guru ustad sekaligus santri dengan Kiai dan keluargnya serta diimplementasikan dalam interaksi di luar pesantren untuk bertetangga, bersyiar dan bersilaturahmi.

Itulah satu sisi tema yang mampu ditangkap oleh kami, seorang penulis pemula yang mencoba menangkap fenomena khususnya gaya kepemimpinan KDM yang dianggap unik penuh dinamika.

Wilujeng Milangkala Ma’had Al Jauhari langkung nanjeur, oge wabilkhusus kahatur Assoc Profesor KH Dr Jujun Junaedi Pimpinan Ma’had Aljauhari salawasna damang sehat sabihara – bihari.  Cag. Wassalam (AKW).

#kdm #ngaji #milangkala #garut

Pamit terakhir Mamah Emi.

Selamat beristirahat mah.

Padalarang, http://www.akwnulis.id, Pukul 02.30 wib  hari selasa dini hari, raga ini baru tiba kembali di kediaman, setelah menghadiri penugasan mewakili pimpinan di acara Maulid nabi jemaah Suluk Naqsabandariyah di Ciater Kabupaten Subang.  Setelah memasuki pintu rumah, tengokan pertama ke sebelah kiri dimana pintu kamar depan masih terbuka dan terang benderang. Disambut wajah mamah mertua yang ternyata masih belum tidur memejamkan mata, memandang dengan sayu tanpa kata – kata.

Mah sehat ya mah, Andri mandi dulu ya”

Anggukan lemah membersamai gerakan raga ini untuk beranjak membersihkan diri ke kamar mandi, tak lupa membawa baju ganti yang bersih dan wangi. Tuntas membasuh diri lalu berpakaian dan kembali menengok ke kamar depan yang dalam 2 bulan terakhir diubah menjadi kamar rumah sakit VIP lengkap dengan ranjang elektrik 3 titik, tabung oksigen kapasitaa 6 meter kubik, kursi roda, kasur decubitus, tongkat bantu dan peralatan penanganan luka.

Memang 2 bulan lalu, kondisi mamah mertua mulai menurun dimana diawali dengan kedua kaki lemas disaat berada di kamar mandi dan mengglosor demi menyangga beban tubuh yang ada. Penulis tidak bisa membantu karena sedang mendapatkan tugas mewakili Gubernur Jawa barat pada rangkaian acara para profesor se Indonesia yang diselenggarakan di Kampus Universitas Indonesia Kota Depok Jawa Barat.  Akhirnya satpam kompleklah yang turun membantu dan mengangkat tubuh mamah ke tempat tidur. Jam 02.00 pagi barulah penulis tiba di rumah dan mendapati mamah yang sudah terbaring di tempat tidur dan masih ingin ke kamar mandi lagi. Setelah bersih – bersih segera membantu mamah mertua bersama iatriku dan ada Bi Sri adiknya papah yang bersama – sama ‘ngarereyang‘ (memegang bersama) untuk menuju kamar mandi.

Dengan susah payah akhirnya mamah mertua bisa ke kamar mandi dan duduk  di kloset. Tentu dengan pengawasan ketat, khawatir mengglosor lagi.

Pagi harinya ternyata mengeluh kesakitan terus di tulang belakang dan pinggang, maka segera kita periksa ke rawat jalan di Rumah Sakit Cahya Kawulyan Kota Baru Parahyangan. Lalu saran dokter untuk dirawat dan 10 hari akhirnya perawatan berjalan di lengkapi tindakan rontgen dan pemeriksaan MRI di RS Santo Borromeus. Dari hasil MRI tersebut ditemukan bukan hanya urusan sakit tulangnya saja tetapi jauh lebih besar dari itu, kecenderungan terdapat sel kanker yang bersumber di payudara dan kemungkinan bermetastase ke tulang belakang dengan indikasi terdapat patahan di tulang belakang yang tidak tahu penyebabnya.

Setelah konsultasi kepada dokter dan kesepakatan keluarga maka diperlukan perawatan khusus oleh rumah sakit lebih besar yang menangani kanker, dengan pilihan adalah 2 rumah sakit di kota Bandung maka kami.memutuskan RSHS (Rumah sakit Hasan Sadikin) Bandung yang akan menangani selanjutnya.

Babak baru dimulai dan menghabiskan waktu 11 hari berada di pavilun Parahyangan dengan pemeriksaan lengkap dari USG, cek darah, hingga operasi Biopsi. Hasilnya jelas bahwa mamah positif mengidap penyakit kanker payudara stadium 4 dengan metastasi ke tulang belakang terutama panggul. Opsi pengobatannya ada 3 pilihan yakni operasi, kemoterapĺ dan tindakan valiatif saja.

Sedih dan berduka, pasti. Tapi kami anak anaknya harus fokus untuk membantu mamah pengobatan dan menenangkan mamah yang juga kaget dengan kenyataan yang ada. Setelah hasil biopsi dan USG selesai dilakukan terapi rehab medik maka babak selanjutnya adalah perawatan di rumah dan sekali kontrol rawat jalan di gedung rawat jalan RSHS lantai 6.

***

Kembali ke cerita selasa pagi tanggal 11 Nopember 2025 lalu. Setelah mencoba memejamkan mata sesaat maka terbangun kembali untuk shalat shubuh dan beranjak mandi untuk bersiap ngantor lagi. Apalagi disposisi pimpinan sudah menanti. Maka setelah semua siap, bersama anak kesayangan yang akan berangkat sekolah maka kami menemui mamah yang terbaring lemah dan mencium tangannya bergantian seperti biasa jika kami berpamitan di pagi hari. Senyuman mamah hadir membersamai keberangkatan kami, meskipun ada hal yang menyesakkan hati. Andaikan kami tahu itu adalah pertemuan dan pamitan terakhir, tentu kami tidak jadi berangkat bekerja ataupun bersekolah. Tapi itulah namanya takdir, tidak bisa manusia mengetahui apa yang akan terjadi.

Sambil berangkat ke SDN di Cijawura Buahbatu, pikiran tetap kepada mamah mertua yang baik hati karena dengan kondisi saat ini terasa semakin menurun dan hari ini kami rencanakan untuk melaksanakan kontrol ke poli rawat jalan RSHS. Maka mobil ambulan sudah disiapkan dan bergerak ke padalarang untuk bersiap menjemput mamah mertua dan nanti kami ijin dari tugas untuk membersamai mamah menemui dokter spesialis penyakit dalam di RSHS.

Ternyata kenyataannya berbeda, mobil ambulan yang sudah hadir di depan rumah bukan mengantar mamah melaksanakan kontrol rutin tetapi mengantar jenazah mamah untuk dimakamkan di samping makam papah mertua yang sudah meninggal 11 tahun yang lalu di kabupaten Kuningan.

Itulah sejumput cerita kami di momentum kepergian eh kepulangan mamah mertua kami ke haribaan Illahi robbi.. tepat pukul 09.30 wib, hari selasa tanggal 11 Nopember 2025. Mamah mertua kami meninggal dunia di rumah padalarang.

Innalillahi Wainna Ilaihi Roojiun.
Allohummagfirlaha warhamha waafihi wa fuanha.

Wassalam (AKW).

MINGGUNYA KESRA JABAR

Dengan Kekompakan jadi Indah.

Apel senin pagi / Dokdin

*MINGGUNYA KESRA JABAR*

Diawali dari penugasan Biro Kesra sebagai petugas Apel senin pagi di lingkup sekretariat daerah dan BPKAD Provinsi Jawa Barat maka kita berbagi tugas baik sebagai pemimpin apel, pembaca pancaprasetia KORPRI juga pembaca Doa.

Awalnya tentu ketegangan melanda, apalagi pembinanya adalah bapak Sekda. Tetapi semua kekhawatiran itu sirna karena ungkapan kalimat dari bapak sekda adalah apresiasi bagi kinerja kita, Biro Kesra yang dianggap ‘rendah hati dan tidak sombong’ namun mampu menunjukan kekompakan dalam pelaksanaan tugas khususnya persentase penyerapan anggaran yang dapat dipertanggungjawabkan.

Terima kasih bagi KELUARGA BESAR BIRO KESRA.

Senin berganti selasa disibukkan dengan kunjungan kedutaan malaysia, tandatangan NPHD, rapat anggaran Bappeda serta monev penerima hibah di pangalengan dan sekitarnya hingga puncaknya persiapan versi sangkuriang hari kamis hingga jumat dini hari dalam rangka melaksanakan kegiatan  NGANJANG KA WARGA edisi Bakti Nagri untuk Pelaku seni budaya kerjasama dengan Kemenko PMK Republik Indonesia.

Alhamdulillah di Jumat pagi yang cerah diawali senam bersama, lalu acara seremoni yang dihadiri oleh Menko PMK, Menteri Kebudayaan, Wakil Menteri Dalam Negeri, Gubernur Jabar – Wagub – Sekda lengkap dengan jajarannya bisa berjalan dengan lancar dan meriah SUKSES TANPA EKSES.

Hatur nuhun tiada hingga Bu Kabag TU, Pak Anton & Pak Aziz yang begadang, Bu Muftia serta pak Agus Ismail, Para Ketua Tim, teman2 tim souvenir tim sagalarupa pokokna mah. Thanks to All. Keluarga Besar Kesra memang Terbaiiiik.

Semoga minggu – minggu selanjutnya kita TETAP dan semakin solid dan BAHAGIA.

Wassalam,
*AKW*